Dosen Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (FIKTI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mengikuti Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 yang digelar di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), pada 31 Agustus hingga 1 September 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi dalam menghadapi perkembangan teknologi digital di bidang pendidikan tinggi.
Forum yang diselenggarakan oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tersebut mengangkat tema “Empowering PDDikti through IDREN Collaboration: Advancing IT Governance, Cyber Resilience, and Operational Excellence.” Tema tersebut menyoroti pentingnya penguatan tata kelola teknologi informasi, keamanan siber, pengelolaan data, serta kolaborasi digital untuk mendukung kemajuan perguruan tinggi.
Indonesia Higher Education CIO Forum 2026 mempertemukan Direktur Teknologi Informasi, Chief Information Officer (CIO), serta pimpinan dan pengelola teknologi informasi dari berbagai perguruan tinggi. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan transformasi digital, sekaligus membangun arah kolaborasi dalam pengembangan ekosistem teknologi informasi pendidikan tinggi.
Dalam kegiatan tersebut, UMSU diwakili oleh dua dosen FIKTI, yakni Dedi Irawan, S.Kom., M.Kom. dan Yoshida Sary, S.Kom., M.Kom. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya UMSU untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mengikuti perkembangan pengelolaan teknologi informasi di lingkungan pendidikan tinggi.
Sejumlah isu strategis menjadi perhatian dalam forum, di antaranya penguatan dan peningkatan kualitas data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), tata kelola teknologi informasi, ketahanan terhadap ancaman siber, serta pengembangan konektivitas pendidikan dan riset melalui Indonesia Research and Education Network (IDREN). Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut menjadi bagian penting dalam pembahasan transformasi digital. Pemanfaatan AI di lingkungan perguruan tinggi perlu dilakukan secara tepat dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, etika, kualitas data, dan tanggung jawab dalam penggunaannya.
Bagi UMSU, keikutsertaan dalam forum ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru yang mendukung pengembangan teknologi informasi di lingkungan universitas. Pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bahan untuk memperkuat tata kelola TI, pengelolaan data pendidikan tinggi, keamanan sistem, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi digital.
Melalui partisipasi tersebut, UMSU menunjukkan komitmennya untuk terus mengikuti perkembangan transformasi digital dan memperluas jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi maupun pemangku kepentingan lainnya. Ke depan, penguatan kolaborasi dan tata kelola teknologi informasi diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terintegrasi, aman, tangguh, terkoneksi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendukung peningkatan kualitas serta daya saing perguruan tinggi di era digital.
